OpenSolaris : Solusi Keterbatasan Pengembangan Aplikasi dan Pembelajaran Jaringan – Bagian 1

Setelah hampir satu tahun berselang dari masa penulisannya, Alhamdulillah pada kesempatan ini kami dapat mempublikasikan salah satu karya PKM-GT (Program Kreativitas Mahasiswa – Gagasan Tertulis) kami yang dikirim pada tahun 2010kemarin. Meskipun belum mendapatkan kesempatan untuk maju ke Pimnas, Alhamdulillah kedua karya kami berhasil mendapatkan hibah dari Dikti. Kami rasa ini cukup untuk dijadikan salah satu referensi bagi penulis pemula yang sedang mencari contoh / sampel PKM-GT.

Adi Setiawan

Adi Setiawan

Ada banyak kekurangan dalam penulisan karya pertama kami ini, dan Anda-lah yang harus kreatif untuk mengembangkan sampel yang ada ini. Mengenai konten, yang kami sajikan disini hanyalah bagian isi atau inti karya tulis saja.

a. Pendahuluan

Di zaman yang serba terkomputerisasi seperti sekarang ini, tuntutan terhadap keahlian yang dimiliki oleh calon profesional Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di bidang jaringan dan pengembangan aplikasi kerja semakin tinggi. Hal ini dibuktikan dengan semakin beranekaragamnya kompetensi yang disyaratkan bagi para calon untuk dapat memenuhi kualifikasi di sebuah perusahaan. Tuntutan keahlian tersebut memaksa dunia pendidikan untuk terus menyelaraskan kurikulumnya agar bisa menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang relevan dengan dunia kerja.

Dalam bidang jaringan dan pengembangan aplikasi sendiri kurikulum yang diterapkan oleh institusi pendidikan di Indonesia sudah mulai mengakomodasikan kebutuhan yang relevan dengan tuntutan yang ada, yaitu penggunaan Microsoft Windows dan Linux baik dalam bidang jaringan komputer maupun pengembangan aplikasi. Akan tetapi pembelajaran di dunia pendidikan kita masih melupakan satu sistem operasi yang andal dan banyak dipakai di perusahaan berskala besar yaitu Solaris. Padahal, Solaris merupakan salah satu sistem operasi untuk server yang powerfull , mempunyai fitur – fitur yang bagus dan tidak dimiliki oleh sistem operasi lainnya, mendukung lingkungan pengembangan (development environment) yang aman, dan banyak dipakai di perusahaan berskala besar yang berhubungan dengan urusan finansial. Jika peserta didik dibekali dengan tambahan pengetahuan dan keterampilan dalam administrasi dan pengembangan aplikasi menggunakan sistem operasi Solaris, selain Linux dan Microsoft Windows, akan bertambah pula nilai plus peserta didik itu di dunia kerja.

Penggunaan OpenSolaris yang merupakan versi komunitas dan pengembangan dari Solaris sebagai media pembelajaran server dan pengembangan aplikasi dapat menjadi salah satu alternatif menarik bagi suatu institusi pendidikan. Sifatnya yang gratis tapi mempunyai opsi dukungan dari Sun Microsystem, kode sumber terbuka (open source) sehingga peserta didik dapat mempelajari inti dari sistem operasi, serta ketersediaan fitur – fitur jaringan dan dukungan pengembangan aplikasi merupakan keunggulan yang membuat OpenSolaris pantas diberikan kepada peserta didik untuk persiapan masa depannya.

Bagi dunia pendidikan, penulisan karya tulis ini bertujuan untuk meningkatkan relevansi antara tuntutan dunia kerja dengan kompetensi yang diajarkan di dunia pendidikan. Dengan adanya relevansi ini diharapkan kualifikasi lulusan (sumber daya manusia) yang dihasilkan dapat lebih baik.

Bagi penulis sendiri, penulisan karya tulis ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam merumuskan gagasan kreatif atas permasalahan yang ada dalam kehidupan sehari-hari serta untuk meningkatkan keterampilan dalam penulisan karya ilmiah.

b. Gagasan

Tuntutan keahlian yang dimiliki oleh calon profesional Teknologi Informasi dan Komunikasi di bidang jaringan dan pengembangan aplikasi kerja semakin tinggi. Hal ini dibuktikan dengan semakin beranekaragamnya kompetensi yang disyaratkan bagi para calon untuk dapat memenuhi kualifikasi di sebuah perusahaan. Tuntutan keahlian tersebut memaksa institusi pendidikan untuk menyelaraskan kurikulumnya agar bisa menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang relevan dengan dunia kerja.

Dalam bidang jaringan dan pengembangan aplikasi sendiri kurikulum yang dipakai di institusi pendidikan di Indonesia sudah mulai mengakomodasikan kebutuhan yang relevan dengan tuntutan yang ada, yaitu penggunaan Microsoft Windows dan Linux. Namun, kurikulum pembelajaran di dunia pendidikan kita masih melupakan satu sistem operasi yang mumpuni dan banyak dipakai di perusahaan berskala besar yaitu Sun Solaris.

Di dalam proses pembelajaran, banyak kalangan yang menganggap penggunaan Linux dan Microsoft Windows sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan peserta didik. Padahal, pada kenyataannya kedua sistem operasi ini masih memiliki keterbatasan-keterbatasan diantaranya.

Keterbatasan Linux

Sejauh ini implementasi Linux bagi dunia pendidikan sudah berlangsung baik dan cukup untuk memenuhi kebutuhan industri. Akan tetapi, Linux sendiri mempunyai keterbatasan dalam jaringan dan dukungan pengembangan aplikasi seperti :

  1. Terlalu banyaknya varian atau distribusi Linux dengan karakter berbeda.
  2. Basis administrasi sistem distribusi Linux yang berbeda-beda seperti Apt, Yum, Yast,  dan lain-lain.
  3. Tidak adanya fitur Predictive Self Healing yang berperan dalam menangani kerusakan sistem server.
  4. Tidak adanya fasilitas sistem internal yang mendukung penjalanan proses secara terisolasi untuk pengembangan aplikasi semisal teknologi Zone di OpenSolaris.
  5. Beberapa teknologi terbaru seperti Zettabyte File System tidak dapat diterapkan di Linux karena masalah penggunaan lisensi yang berbeda.

Keterbatasan Microsoft Windows

Sekalipun Microsoft Windows masih merupakan pemilik pangsa pasar terbesar, penggunaan Microsoft Windows dalam dunia jaringan dan pengembangan aplikasi mempunyai keterbatasan-keterbatasan, diantaranya :

  1. Lisensi sistem operasi Microsoft Windows yang tidak bisa dikatakan murah.
  2. Masalah keamanan sistem operasi dari Virus, Worm, Trojan, dan sebagainya yang akan mempengaruhi kinerja sistem operasi itu sendiri.
  3. Minimnya teknologi internal sistem operasi pendukung pengembangan aplikasi semacam DTrace.
  4. Server yang berbasis Microsoft Windows memerlukan waktu khusus untuk rebooting agar kinerjanya tetap lancar.

Selain keterbatasan dalam ruang lingkup sempit diatas, keterbatasan yang cukup besar dari keduanya adalah belum mampu mengakomodasikan kebutuhan dunia kerja (perusahaan) yang menggunakan Solaris sebagai sistem operasi untuk server. Disamping itu, kedua sistem operasi yang disebutkan diatas belum mampu mencukupi kebutuhan teknologi mutakhir yang diperlukan dalam administrasi jaringan dan pengembangan aplikasi seperti Zettabyte File System, DTrace, Predictive Self Healing, Zone, dan Service Management Facility.

Atas dasar itulah, penambahan materi mengenai implementasi sistem operasi OpenSolaris sebagai media pembelajaran jaringan dan pengembangan aplikasi di institusi pendidikan sangat perlu untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi lulusannya, karena bagaimanapun juga kualifikasi suatu lulusan akan mencerminkan kualitas dari institusi asalnya.

Sebagai solusi atas keterbatasan yang dimiliki oleh Microsoft Windows dan Linux, OpenSolaris sebagai versi bebas dari Sun Solaris memiliki kelebihan- kelebihan dalam hal jaringan dan pengembangan aplikasi. Alasan pemilihan OpenSolaris , bukannya Sun Solaris, sendiri dikarenakan masalah ke-up to date-an teknologi dan dukungan komunitas yang baik. OpenSolaris memiliki waktu rilis yang lebih cepat, yakni sekitar 6 bulan sekali, serta mempunyai dukungan dari komunitas pengembang maupun dukungan dari Sun Microsystems.

Hal penting yang membedakan antara Solaris dengan OpenSolaris adalah masalah sifatnya, OpenSolaris dirilis dengan sifat terbuka (open source) yang sementara Solaris bersifat tertutup (closed source) karena merupakan proprietary software milik Sun Microsystems.

Sifat open source yang melekat pada OpenSolaris ini menyebabkan semua kalangan dapat melihat dan mempelajari kode sumber (source code) kernel yang merupakan jantung sistem operasi dari OpenSolaris. Kalangan akademisi juga dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mempelajari teknik pemrograman yang dipakai oleh pemrogram kernel OpenSolaris agar dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penulisan program (coding) mereka.

OpenSolaris digunakan sebagai pelengkap penggunaan Microsoft Windows dan Linux dalam bidang pembelajaran jaringan dan pengembangan aplikasi karena OpenSolaris memiliki kelebihan diantaranya :

Kelebihan Dalam Aspek Sistem Internal

Beberapa fitur internal yang yang merupakan kelebihan OpenSolaris dan sudah teruji diantaranya :

1. Zettabyte File systems (ZFS)

ZFS merupakan file system jenis baru yang menyediakan kemudahan pengadministrasian, transaksi semantik, data integritas, dan skalabilitas. ZFS bukan merupakan pengembangan dari teknologi yang sudah ada, tetapi secara fundamental ZFS merupakan pendekatan baru dalam manajemen data.

ZFS merupakan file system berbasis 128-bit pertama yang mampu mendukung penyimpanan data dengan ukuran volume maksimum 218 exabytes, menggunakan storage pool, serta tidak memerlukan volume manager seperti halnya pengaturan volume secara tradisional seperti partisi harddisk pada Microsoft Windows.

2. Time Slider Snapshot Management

Fitur Time Slider ini memanfaatkan fasilitas ZFS Snapshot. Dengan memanfaatkan fitur Time Slider ini, pengguna dapat melakukan snapshot sebuah direktori atau file dengan cepat. Kemudian pengguna dapat mengembalikan kondisi file seperti keadaan file sebelumnya, misalnya beberapa jam, menit, atau detik yang lalu.

Kelebihan Dalam Aspek Pengembangan Aplikasi

OpenSolaris mempunyai beberapa fitur pengembangan aplikasi yang dapat dimanfaatkan pengembang dalam proses pembuatan dan untuk menganalisis karakteristik jalannya aplikasi sehingga dapat meningkatkan efisiensi waktu pengembangan. Fitur pengembangan yang ada antara lain :

1. Developer Tools

Di dalam repositori software-nya, OpenSolaris menyediakan beberapa aplikasi untuk pengembangan aplikasi seperti Sun Studio, NetBeans IDE dan Eclipse serta menyediakan kompiler bahasa pemrograman popular seperti GNU C Compiler, Ruby, Java, Python, C++, dan lain-lain.

2. Dynamic Trace (DTrace)

DTrace merupakan perangkat yang digunakan untuk menganalis jalannya suatu aplikasi. DTrace dapat digunakan untuk memecahkan bugs yang terdapat dalam aplikasi yang dikembangkan, mengobservasi jalannya program secara detail, dan menampilkan analisis performa dari suatu aplikasi. DTrace menggunakan script bahasa yang mirip dengan sintaks bahasa C yang disebut bahasa D. DTrace dapat digunakan untuk menganalisis program yang dibuat dengan bahasa pemrograman yang didukung Solaris seperti Java, Ruby, PHP, dan lain- lain.

3. Predictive Self Healing

Fitur Predictive Self Healing memungkinkan sistem operasi OpenSolaris dapat memperbaiki masalah yang terjadi di dalamnya, serta jika memungkinkan mampu melakukan restart jika ada kegagalan software maupun hardware. Fitur Predictive Self Healing ini dapat melakukan diagnosis permasalahan yang terjadi secara otomatis dan juga dapat dengan intervensi sistem administratornya.

4. Service Management Facility

Service Management Facility berguna untuk mengantisipasi kegagalan aplikasi penting yang mempengaruhi sistem secara keseluruhan.

5. Zones

Merupakan sebuah implementasi dari level virtualisasi sistem operasi. Teknologi ini pertama kali dirilis pada Solaris 10 pada tahun 2005 silam. Setiap Zone yang dibuat memiliki karakteristik tersendiri seperti node, nama host, alamat IP, virtual Network Interface Card (NIC), penyimpanan data, pengguna root dan non-root, serta mempunyai prosesnya sendiri. Zone yang dibuat dapat dikontrol melalui Global Zone, yaitu sistem operasi nyata yang digunakan.

Dalam institusi pendidikan, Zone dapat diimplementasikan sebagai media pembelajaran administrasi jaringan berskala besar bagi peserta didik yang ingin mencoba mengadministrasi jaringan UNIX dengan akses root. (http://rachmatfebrianto.com/administrasi-opensolaris-zone-basic/diakses tanggal 28 Oktober 2009)

Kelebihan Dalam Aspek Jaringan

Selain fitur pengembangan aplikasi (software development), OpenSolaris juga menyediakan dukungan terhadap jaringan dengan menyediakan fitur-fitur seperti :

1. Virtualisasi

Virtualisasi (virtualization) merupakan istilah umum yang mengacu pada abstraksi sumber daya komputer atau sebuah teknik untuk menyembunyikan karakteristik fisik dari sumber daya komputer. OpenSolaris mendukung berbagai teknologi virtualisasi seperti VirtualBox, xVM, BrandZ, dan LDoms Logical Domains.

2. Crossbow

Crossbow menyediakan blok untuk kepentingan komputasi dengan menciptakan virtual stack yang menyediakan servis (HTTP, HTTPS, FTP, NFS, dan sebagainya), protokol (TCP, UDP, SCTP, dan lain-lain) atau Solaris Container. Virtual stack ini terpisah dari virtual stack lainnya dan tidak saling mempengaruhi. Setiap virtual stack dapat diberi prioritas dan bandwidth sendiri tanpa mengalami degradasi kualitas servis sistem.

3. Trusted Extension (TX)

Trusted Extension merupakan sebuah ekstensi yang terdapat pada fitur keamanan dasar OpenSolaris. Trusted Extension menyediakan Mandatory Access Control yang diimplementasikan melalui pelabelan. Dengan Trusted Extension, segala yang ada di dalam sistem diberi label dan setiap pengguna mempunyai rentang label sendiri-sendiri

4. Leverage Solaris Core Values

OpenSolaris mendukung  tingkat skalabilitas di sistem yang besar, mempunyai dukungan kompatibilitas hardware sampai jangka waktu 10 tahun, berjalan dengan baik pada arsitektur prosesor x86 dan x64, serta mempunyai tingkat keamanan (security) yang tinggi.

Sebagai solusi atas keterbatasan yang ada dalam penggunaan Microsoft Windows dan Linux dalam hal pembelajaran jaringan, pengembangan aplikasi, maupun untuk memenuhi tuntutan dunia kerja yang  menggunakan sistem operasi Solaris, institusi pendidikan dapat mengikutsertakan OpenSolaris sebagai salah satu media pembelajaran tambahan.

OpenSolaris dapat diimplementasikan sebagai tambahan materi pembelajaran sistem operasi dalam pembelajaran regular atau dengan pembentukan kelompok belajar OpenSolaris. Pihak institusi pendidikan juga dapat memberikan dukungan pada kelompok belajar OpenSolaris dengan mendaftarkan institusi pendidikannya untuk berpartisipasi dalam Open Source University Meetup (OSUM). OSUM sendiri merupakan agenda Sun Microsystems yang bertujuan untuk menampung mahasiswa/pelajar yang tertarik pada aspek software berbasis open source maupun pengembangan OpenSolaris itu sendiri.

Dengan kedua kegiatan tersebut, dunia pendidikan diharapkan dapat semakin relevan dan semakin menyelaraskan diri dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja sekarang.

Bersambung ke bagian kedua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s