Analisis Hubungan Antara Super’s Conception of Life Stages and Development Task dengan Driver and Brousseau’s Career Concepts

A. Teori Pengembangan Karir Menurut Driver dan Brousseau

Setelah melalui proses penelitian dinamika karir selama 30 tahun, Professor Michael Driver dan Dr. Ken Brousseau dari University of Southern California menemukan empat hal yang mereka sebut sebagai “four naturally occuring career concept” atau “empat konsep karir yang terjadi secara alami” yakni Linier, Steady State Experts, Spirals, dan Transitory.

Career Development

Career Development

Menurut Driver dan Brousseau, model Linier terlihat nyata pada mereka yang terlihat menonjol dari sisi tingkatan dalam sebuah organisasi. Keinginan orang-orang tersebut adalah untuk meningkatkan power dan status mereka hingga menjadi lebih sukses daripada yang tidak melakukan hal yang sama. Model Linier ini merupakan model yang terlihat dominan dalam media dan kebanyakan organisasi.

Terkait dengan model Linier, situs Decision Dynamics menyatakan bahwa kebanyakan orang yang merasa ideal dengan model Linier merasa kesulitan untuk mendefinisikan arti lain kesuksesan selain berada di puncak karir. Di Amerika Serikat  khususnya, konsep sukses dalam model Linier seperti telah menjadi tolak ukur kesuksesan diatas kesuksesan lainnya, dan hal ini seperti telah mengakar dalam budaya masyakarat disana.

Tipe Steady State Expert sangat bertolak belakang dengan tipe Linier. Steady State Expert merupakan merupakan tipe model dimana orang-orang yang bersangkutan cenderung melakukan hal yang sama terus-menerus dengan alasan kepuasan mereka tidak datang dari sisi manajemen, tapi dari pekerjaan yang mereka lakukan dengan baik. Sekali seorang dengan tipe ini menemukan suatu profesi, individu yang bersangkutan akan fokus pada bagaimana pengembangan lebih lanjut dan bagaimana ia memperbaiki kemampuan dan keahliannya dalam suatu spesialisasi yang berkaitan dengan profesi tersebut.

Orang-orang dengan konsep karir Expert ini sangat mengetahui dengan jelas apa yang mereka cita-citakan dalam karirnya, yakni : kepakaran atau kompetensi teknis, dan career security atau career stability. Pola atau model ini sering kali terlihat pada profesi yang berkaitan dengan hukum, teknik, medis, dan sebagainya.

Model Spiral merupakan model dimana yang bersangkutan bisa saja mengorbankan power dan status yang mereka miliki sekarang untuk mempelajari sesuatu yang baru. Mereka cenderung belajar dan mengumpulkan pengalaman-pengalaman baru. Tidak seperti model Linier, ketika tipe Spiral mendapatkan 80 persen jalan mereka ke puncak, mereka menjadi bosan dan bersedia mengorbankan status dan pengaruh mereka itu untuk melakukan hal-hal baru.

Menurut sudut pandang Spiral, karir terbaik adalah ketika seseorang dapat lintas bidang, keahlian, atau disiplin ilmu secara periodik. Hal ini dapat dilakukan secara ideal dalam kurun waktu 7 – 10 tahun. Pergerakan ideal berdasarkan sudut pandang tipe Spiral murni adalah dari suatu area (misalnya engineering atau research) ke area yang berdekatan (misalnya product development). Kuncinya adalah bahwa bidang baru yang menjadi tujuan tipe Spiral adalah pengembangan dari bidang yang telah mereka tekuni sebelumnya.

Tipe Transitory cenderung tidak termotivasi oleh pekerjaan. Mereka menganggap bekerja itu hanyalah sarana untuk mendapatkan uang yang dapat mereka gunakan untuk melakukan sesuatu yang mereka sukai seperti berlayar, mendaki gunung, dan kegiatan yang sarat hobi dan passion tinggi.

Setiap tipe karir menawarkan sesuatu yang berbeda bagi organisasinya. Tipe atau model Linier memberikan ambisi dan arahan untuk maju. Tipe Steady State Expert akan membawa kompetensi dan skill yang bermanfaat bagi organisasi. Tipe Spiral akan datang membawa inovasi dan ide-ide segar, sementara tipe Transitory akan tetap menjaga perputaran bisnis karena mereka lebih suka bekerja sementara.

Permasalahan akan terjadi ketika tipe Linier sampai pada titik puncak karir di organisasi dan mereka membuat aturan sendiri. Hal ini akan mengakibatkan tipe Spiral, Steady State Expert, dan Transitory merasa seperti masyarakat kelas dua dalam organisasi yang harus mengikuti dominasi tipe Linier.

B. Teori Pengembangan Diri Menurut Donald E. Super

Pada tahun 1957, enam tahun setelah Miller dan Form, Donald E.Super dan koleganya mempublikasikan teori karir yang dikembangkan berdasarkan pemikiran Eli Ginzberg dan berdasarkan analisis beberapa peneliti dan psikolog.

Menurut Ginzberg sendiri telah memaparkan serangkaian pilihan yang mereka percaya sebagai proses yang irreversible. Setiap tahap dalam proses ini, menurut mereka, dipengaruhi oleh empat faktor :

  1. Kenyataan yang ada pada lingkungan.
  2. Pengalaman pembelajaran yang dimiliki seseorang.
  3. Karakteristik emosional tertentu, dan
  4. Nilai-nilai yang ada dalam diri seseorang.

Donald Super merasa teori yang dikemukakan oleh Ginzberg masih memiliki kekurangan, sehingga ia  memperluas teori Ginzberg tersebut dengan menambahkan tahapan pengembangan karir sebagai berikut :

Growth Stage (lahir sampai pertengahan remaja) – secara umum proses ini berisi pembentukan konsep diri serta perpindahan dari era bermain ke orientasi kerja.

Substages :

Fantasy (4-10 tahun) : Masih memerlukan sedikit orientasi kenyataan hidup. Tahapan fantasy dan bermain peran.

Interest (11-12 tahun) : Mengidentifikasikan suka/tidak suka sebagai dasar pilihan karir. Tahapan mengumpulkan kesukaan.

–  Capacity (13-14 tahun) : Semakin menyadari kenyataan yang ada, dapat menyelaraskan skill yang dimiliki dengan kebutuhan pekerjaan tertentu. Tahapan mengumpulkan kemampuan.

Exploration (pertengahan masa remaja sampai awal 20 tahun) – tugas utamanya adalah mengembangkan konsep diri yang realistis dan mengimplementasikan pilihan kejuruan melalui try out dan eksplorasi.

Substages :

–  Tentative (15-17 tahun) – pilihan Tentative berupa kebutuhan, ketertarikan, dan kemampuan diujicobakan melalui coursework, kerja paruh waktu, relawan, dan sebagainya. Tahapan ini sudah mulai mengidentifikasikan bidang dan level pekerjaan. Tahapan membuat keputusan tentative.

–  Crystalization of Preference or Transaction (18-21 tahun) – kesukaan yang umum sudah mulai dikonversikan kedalam pilihan yang lebih spesifik. Kemampuan melihat kenyataan diperoleh ketika mereka memasuki bursa kerja atau pelatihan setelah masa sekolah menengah.

Specifying a Vocational Preference or Trial (awal 20 tahunan) – masa percobaan kerja dengan komitmen yang masih rendah.

Establishment (pertengahan 20 sampai pertengahan 40 tahun) – tugas utamanya adalah untuk menemukan kenyamanan dan keamanan dalam satu bidang dan berusaha untuk mahir (mendapatkan kepakaran / experitise) di dalam pekerjaannya.

Substages :

Trial and Stabilization (25 – 30 tahun) – proses adaptasi, dimana ketidakpuasan dapat mengakibatkan 1 atau 2 perubahan sebelum pekerjaan yang sesuai ditemukan.

Advancement (30 – 40 tahun) – usaha yang ada dikerahkan untuk dapat mengamankan posisi tertentu, mendapatkan level senioritas, mengembangkan kemampuan, dan menunjukkan kemampuan superior.

Maintenance ( 40 hingga awal 60 tahunan) – usaha yang dilakukan adalah untuk mengamankan apa yang telah diraih dan mengembangkan peran lain yang selalu ingin dilakukan, beberapa orang melanjutkan pola kerja mereka, disisi yang lain terdapat persaingan dengan pekerja yang lebih muda.

Disengagement or Decline (akhir 60 sampai masa pensiun) – sudah mengalami masa penurunan karir, proses pemisahan secara bertahap dari dunia kerja menuju masa pensiun, beberapa mencari sumber kepuasan lain.

Substages :

Deceleration (65 – 70 tahun) – ditandai dengan mulainya tahapan mundur dari pekerjaan.

Retirement (71 – …) – berhenti dari pekerjaan.

C. Analisis Hubungan Antara Teori Super dengan Teori Pengembangan Karir Menurut Driver dan Brousseau

Berdasarkan paparan teori yang telah disampaikan sebelumnya, penulis dapat mengambil hubungan antara teori konsep karir menurut Driver dan Brousseau dengan teori pengembangan diri menurut Donald Super. Hubungan tersebut berupa keterkaitan antara tahapan pengembangan diri menurut usia dengan konsep karir yang dimiliki seseorang.

Menurut penulis, dalam setiap tahapan pengembangan diri seseorang menurut usia yang dijalani terdapat kecenderungan konsep karir yang akan dipilih. Dalam tahapan Growth Stage dan Exploration, konsep karir yang dipilih akan cenderung mengarah ke konsep Transitory, dalam hal ini seseorang yang secara psikologis masih dalam tahapan pencarian jati diri mencoba untuk mendapatkan apa yang menjadi impiannya terlebih dahulu. Pekerjaan tertentu akan dilakukan jika memang itu “perlu dilakukan” sebagai modal atas impian tertentu yang ingin diraihnya. Contohnya adalah seorang pelajar yang karena ingin mendapatkan gadget terbaru ia rela bekerja part-time selama kurun waktu tertentu. Setelah perangkat tersebut ia miliki, ia keluar dari pekerjaannya.

Disisi lain, ketika seseorang mulai beranjak usia menuju masa dewasa awal atau menurut Super dikenal dalam tahapan Establishment, seseorang akan cenderung memiliki konsep karir Linier atau Spiral tergantung kepribadian dan kompetensi yang dimilikinya. Seseorang akan langsung “memilih” konsep Linier jika bidang yang ditekuninya tersebut telah selaras dengan cita-citanya atau pilihan hidupnya. Ia akan berambisi untuk mengejar kesuksesan karir secepat mungkin. Sementara itu orang dengan kecenderungan belajar tinggi, cepat bosan, atau mencoba mendapatkan pengalaman yang lebih banyak akan cenderung memilih konsep karir Spiral.

Ketika usia telah beranjak menuju periode Maintenance hingga Retirement, kecenderungan orang akan lebih mengarah pada konsep karir Steady State Expert. Hal ini jika ditinjau dari aspek keluarga, tentulah rentang usia tersebut rata-rata orang telah memiliki beban tanggung jawab keluarga di pundaknya, hingga yang mereka lakukan adalah mengamankan posisi prestasi yang telah mereka raih sebelumnya selama mungkin. Bisa juga ditinjau dari sisi psikologis seseorang yang memang menyukai suatu bidang tertentu dan ia “tertantang” untuk memiliki kepakaran di bidang tersebut. Ia juga akan memilih mengamankan posisinya.

Kesimpulan yang dapat penulis simpulkan adalah, teori pengembangan diri Super yang melihat kecenderungan seseorang berdasarkan tingkatan usianya akan mempengaruhi konsep karir (menurut Driver dan Brousseau) yang akan dipilih dan dimiliki seseorang. Seseorang dengan tingkatan usia / tingkatan perkembangan diri tertentu akan memilih konsep karir yang sesuai dengan tingkatan yang dimilikinya.

D. Daftar Pustaka

Anonymous. 2011. Career Pandemonium Realigning Organization and Individual. http://www.decisiondynamics.us/career_pandemonium.asp diakses pada tanggal 15 Juni 2011 pukul 20.30

Anonymous. 2011. Decision Dynamics Career Models. http://www.decisiondynamics.us/career_model.asp diakses pada tanggal 15 Juni 2011 pukul 20.30

Anonymous. 2011. Donald Super Developmental Self Concept Theory. http://www2.careers.govt.nz/educators-practitioners/career-practice/career-theory-models/donald-supers-developmental-self-concept-theory/ diakses pada tanggal 15 Juni 2011 pukul 20.40

Anonymous. 2011. Balancing Your Life – Excecutive Lesson for Work, Family,and Self. http://www.worldbooks.com/business/7192.html diakses pada tanggal 15 Juni 2011 pukul 20.45

Anonymous. 2011. Overview of Career Development Theory.http://extension.psu.edu/workforce/briefs/overviewcareerdev(insert).pdf  diakses pada tanggal 15 Juni 2011 pukul 20.50

Anonymous. 2011. Career Development Theory and Process Structural Theory. http://www.virtualhabitats.com/…/CareerCounselorWebquest/Career%20Development%20Theory.pdf diakses pada tanggal 15 Juni 2011 pukul 21.00

====

Note : Bagian ketiga dari tulisan ini merupakan opini yang penulis sampaikan. Anda bisa saja setuju atau barangkali menolak pendapat penulis. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi tercapainya ” tulisan – tulisan yang membantu”. Terima kasih atas kunjungannya🙂

by Adi Setiawan

RSA Research Team

Pendidikan Teknik Informatika – Universitas Negeri Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s