iOS 7, the Apple’s new Chapter

iOS 7

iOS 7

Sudah beberapa bulan sejak WWDC 2013 selesai diselenggarakan oleh Apple, tapi gaung kehebohan yang ditimbulkan masih begitu terasa. Terutama di kalangan pengguna / pengamat teknologi mobile. Apalagi setelah beberapa waktu lalu iPhone 5S resmi dirilis dengan mengusung iOS 7 sebagai system operasi bawaannya.

Apple sudah sering mendapatkan tekanan dari media, “ini adalah akhir masa kejayaan Apple” dsb. Dan lagi-lagi mereka berhasil membalikkan spekulasi negatif tersebut dengan sebuah standing applause atas kerja keras mereka mengembangkan sistem operasi iOS 7.

iOS 7 memiliki beberapa perbedaan mendasar bila dibandingkan dengan versi-versi iOS sebelumnya. Penggunaan warna-warna pastel ditambah dengan efek transparan membuat tampilan layar perangkat begitu terasa lega. Belum lagi ditunjang dengan kombinasi warna yang bisa dikatakan “perfect” khas Apple. This is so great!

Pengembangan tidak dilakukan dari aspek tampilan saja, beberapa aplikasi mendasar juga mendapatkan perhatian khusus. Fitur multitasking yang “mirip” dengan yang ada pada Windows Phone, update pada Siri, update fitur pada Safari, update fitur pada Camera, hingga tampilan wallpaper yang bisa mengikuti pergerakan perangkat membuat user experience yang ditimbulkan begitu mengena.

Fitur AirDrop yang dikembangkan dengan protokol mereka sendiri memungkinkan pengguna dapat berbagi file ke pengguna lain dengan cepat dan jauh lebih efisien dibandingkan dengan fitur NFC yang ada di perangkat bersistem operasi lain.

iTunes Radio memungkinkan pengguna mendapatkan akses musik maupun membeli lagu-lagu terbaru dengan mudah.

Dengan ketersediaan aplikasi lebih dari 800.000 aplikasi, tentu saja pencarian aplikasi yang spesifik menjadi semakin sulit. Apple mempersembahkan satu fitur baru “Apps Near Me” yang dapat merekomendasikan aplikasi-aplikasi terbaik yang ada di sekitar lokasi pengguna. Saat di museum, Near Me dapat merekomendasikan aplikasi fotografi, edukasi, travelling, dsb yang berkaitan dengan lokasi pengguna. Benar-benar sebuah babak baru bagi Apple. Well done!

Inovasi dan konsistensi yang ditawarkan oleh Apple dalam setiap perangkatnya membuat perangkat lain, sebut saja Android, menjadi terlihat ruwet. Bukan berarti tidak bagus, tapi karena fragmentasi platform yang sedemikian kompleks pada perangkat Android, kualitas yang diberikan menjadi tidak terlalu signifikan. Terlalu banyak fitur advance, tapi desainnya tidak menyatu dengan perangkat keras, user experience-nya tidak mengena, dsb.

Ini pendapat pribadi sih, terus terang saya bukan salah satu fanboy fanatik Apple, hanya seorang yang kagum saja dengan “how things works” dan “innovation” yang ditawarkan Apple pada setiap produknya. Android is still my choice for its openness, and price of course😀

@adistoday

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s