Penulisan Skripsi – Studi Kasus Pendidikan Teknik Informatika

Skripsi

Skripsi

Skripsi, sesuatu yang sering membuat galau dilema para mahasiswa. Entah karena kesan “seram”-nya, kesan sulit pada dosen pembimbingnya, sulit melakukan penelitiannya, atau ratusan alasan yang lain. Yang membuat tambah “nyesek” adalah pertanyaan “kapan lulus?”, “kapan ujian?”, “gimana skripsinya?” dan pertanyaan-pertanyaan sejenis akan mewarnai hari-hari para mahasiswa angkatan atas. Semakin lama tidak lulus, semakin bosan memikirkan jawabannya.

Mulailah dari positive thinking. Kira-kira begitu. Tidak ada ujian yang tidak bisa dilewati, buktinya jutaan orang Indonesia pernah mengalami mengerjakan skripsi dan nyatanya mereka bisa lulus. Kenapa kita tidak bisa? Masalahnya “cuma” diawali dari pemilihan ide dan langkah-langkah pengerjaan yang tepat.

Ide penelitian skripsi. Susah-susah gampang sebenarnya untuk merumuskan ide ini. Akan semakin gampang kalau kita pernah membuat tulisan untuk event penelitian, dan akan semakin susah kalau kita sama sekali tidak pernah menulis sesuatu, karena terlalu menikmati moment kuliah misalnya. Oke, tak perlu disesali kalau kondisinya seperti itu. Move on. Ide penelitian bisa diambil dari mana saja. Agar tidak terlalu umum, akan saya spesifikkan pada jurusan saya saja, Pendidikan Teknik Informatika, khususnya di Fakultas Teknik UNY.

Mahasiswa semester 7 akan mulai merasakan kebingungan untuk menentukan tipe / kategori penelitian skripsi yang akan mereka ambil, antara tema pendidikan atau tema engineering alias keteknikan. Secara umum, mahasiswa di PTI UNY akan memilih yang pertama. Alasannya karena dianggap lebih simpel, atau mungkin menganggap tema teknis akan ribet karena berbagai hal. Faktanya tidak begitu. Semua memiliki sisi positif dan negatif masing-masing.

Memilih skripsi dengan tema pendidikan atau biasanya mengarah ke PTK, akan mendapati kemudahan menemukan sampel skripsi dan bahan-bahan penelitian. Cukup dengan sering-sering datang ke perpus ke bagian arsip skripsi, 3x seminggu saja beres. Kajian pustaka (berbahasa Indonesia tentu) akan sangat mudah ditemui. Itu salah satu sisi mudahnya. Sisi positifnya? Karena sudah begitu banyaknya yang mengangkat tema PTK, bukan mustahil kamu akan menulis skripsi yang sudah pernah ditulis oleh orang lain, hanya dengan sedikit perbedaan konteks, namun memiliki hasil yang mirip. Dosen-dosen juga akan sangat selektif memilih meng-ACC judul skripsi PTK karena sudah terlalu sering diajukan, hanya beda mata pelajaran saja misalnya.

Memilih skripsi dengan tema keteknikan, akan menemui masalah berupa minimnya sumber referensi kuat yang berbahasa Indonesia (untuk yang alergi bahasa Inggris). Tapi kalau mau sedikit saja berusaha mempelajari English, niscaya akan menemukan referensi yang jauh lebih banyak dan lebih kuat dibandingkan dengan yang berbahasa Indonesia. Untungnya ya, kalau memilih tema ini, setelah selesai pengerjaan nantinya pasti akan merasa menemukan pengetahuan dan kompetensi di bidangnya. Merasa lebih paham materi teknik, begitu kira-kira.

Jadi? Harus pilih yang mana?

Pilih saja dimana passion yang kamu miliki sekarang. Jangan ikut-ikutan yang lain atau asal pilih PTK karena pingin segera lulus. CEPAT LULUS ITU RELATIF. Bukan soal tema skripsinya saja, tapi juga soal motivasi pengerjaannya. Kalau yang dikerjakan sesuatu yang disukai pasti cepat selesai, meski sedikit sulit. Kalau yang dikerjakan sesuatu yang tidak disukai pasti akan lama, meski cukup mudah.

So, langkah pertama, tentukan passion-mu pada tema yang mana.

Karena saya tak terlalu mengikuti perkembangan skripsi PTK, lihat saja sampelnya di perpustakaan. Perpustakaan di kampus ex-IKIP seperti UNY menyimpan banyak judul skripsi bernuansa pendidikan yang bisa dipelajari. Saya akan cerita masalah skripsi keteknikan (engineering) saja, karena ini yang saya pilih, sebagai tindak lanjut passion yang saya punyai.

Ide skripsi untuk bidang IT sangat banyak. Tak melulu harus yang tingkat tinggi. Yang ada disekitar kita pun bisa. Mau menggabungkan berbagai bidang juga bisa. Paling mudah dengan tren yang sedang booming.

  1. Mobile Application Development
  2. Web 2.0
  3. Natural Language Processing
  4. dsb..

Mobile-dev misalnya, bisa kita pilih Android. Oke, dari Android mau kita teliti apanya? Kalau untuk kelas S1 mana mungkin kita teliti pengembangan Android-nya, agak terlalu ekstrim, meskipun bisa untuk otak-otak super tertentu. Bagaimana kalau kita kaitkan ke pendidikan, secara UNY kampus pendidikan, skripsi teknik pun harus punya unsur pendidikan…

Oke, pendidikan berelasi dengan sekolah. Apa hubungan antara Android dan sekolah? Secara langsung tak ada, tapi di sekolah ada media pembelajaran. Bagaimana kalau kita buat media pembelajaran untuk Android? Logis. Terus unsur tekniknya dimana? Apa yang bisa diambil dari Android? Ingat mata kuliah sistem informasi? Disana ada materi software quality. Bagaimana kalau kita teliti software quality pada media pembelajaran berbasis Android? Mata pelajarannya apa? Sudah adakah? Kalau belum bagaimana kalau sekalian kita buat? Apa yang belum ada? IPA Terpadu belum ada? Oke, kita buat media pembelajaran IPA Terpadu untuk Android. Nanti lantas diteliti aspek software quality-nya.

Kira-kira begitu alur otak yang saya punya waktu nulis skripsi dulu. Kamu bisa mengaitkan model seperti ini untuk kasus-kasus yang lain. Website sekolah misalnya, atau penggunaan social networking di sekolah, atau yang lainnya.

Catatan lain yang perlu diperhatikan selama menulis skripsi… MALAS. Musuh terbesar penulisan skripsi adalah malas. Yang jelas, entah masih semester 7, atau semester 14, kalau sudah malas, setiap hari akan merasakan hal yang sama. TERTEKAN. Tertekan karena ga lulus-lulus,orang tua komplain, teman-teman sudah pada bekerja, sudah pada menikah, sudah pada ke luar negeri meneruskan kuliahnya.

Bangunlah motivasi sejak sekarang. Motivasi muncul dari dalam diri. Meskipun tiap hari diingatkan agar segera menulis skripsi, kalau motivasi dari dalam diri saja tidak punya, PERCUMA saja. Ini sudah saya amati pada beberapa kasus. Kurangnya motivasi hanya akan membawa penyesalan di kemudian hari.

Apakah dengan punya pacar bisa meningkatkan motivasi? TIDAK. Itu hanya akan menambah lama waktu pengerjaan skripsi. Hanya akan jadi ajang pelarian dari mengerjakan skripsi. Mengutip kata-kata Felix Siauw….#UdahPutusinAja!

@adistoday

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s